Jumat, 06 MARET 2026 • 07:00 WIB

Pemprov Jateng Gencarkan Pangan Murah dan Speling Jelang Lebaran

Author

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau Gerakan Pangan Murah di Desa Mayahan, Tawangharjo, Grobogan, Jateng (Dok. Antara).

JATENG - Menjelang Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk menjaga stabilitas harga dan menjangkau layanan kesehatan hingga ke pelosok.

Baca juga: Pemkot Semarang Siapkan Operasi Pasar Skala Kecil Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan GPM di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Senin (2/3). Ia memastikan program ini benar-benar menyentuh masyarakat.

"Menjelang Lebaran, GPM akan makin digencarkan karena harga rawan melonjak akibat tingginya permintaan," ujar Luthfi.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sri Broto Rini, menyebut selama Februari-Maret 2026 telah digelar 308 kali GPM, termasuk di Grobogan.

Di Grobogan, total subsidi harga pangan mencapai Rp111 juta, dengan komoditas seperti:

  • Beras SPHP 2 ton (Rp22,4 juta)
  • Beras premium 2 ton (Rp25 juta)
  • Telur 500 kg (Rp13,5 juta)
  • Minyak goreng 1.000 liter (Rp15,7 juta)
  • Bawang merah & putih, cabai, gula pasir, dan lainnya.

Masyarakat bebas membeli sesuai kebutuhan dengan harga produsen yang lebih murah dari pasaran.

Sementara itu, capaian program Speling per 28 Februari 2026 tercatat 957 kali pelaksanaan di 414 kecamatan, dengan total sasaran 93.599 jiwa. Adapun program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencapai 2.523.102 jiwa atau 95,77% dari total pendaftar.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA, ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU