Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 20 JULI 2026 • 08:04 WIB

Harga Kopi Temanggung Melonjak Jadi Rp22.000/kg, Produksi Turun Akibat Cuaca Ekstrem

Harga Kopi Temanggung Melonjak Jadi Rp22.000 kg, Produksi Turun Akibat Cuaca EkstremPetani memanen kopi robusta di Desa Wonoboyo, Temanggung. Produksi kopi tahun ini diperkirakan menurun akibat cuaca ekstrem saat pembungaan (DOK/ANTARA).

JATENG - Pemerintah Kabupaten Temanggung memperkirakan produksi kopi 2026 mengalami penurunan, sehingga harga kopi arabika petani naik dari Rp15.000 menjadi Rp20.000-Rp22.000 per kilogram.

Baca juga: Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 289 Penerima

Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Temanggung, Sumarno, mengatakan curah hujan tinggi saat pembungaan menyebabkan banyak bunga gagal menjadi buah.

"Informasi dari petani, penurunan hasil panen berkisar 40-60%. Penyebab utamanya cuaca ekstrem saat proses pembungaan," ujarnya, Senin (29/6).

Jenis kopi:

  • Arabika: panen Mei-Juli, luas 1.700 ha (produktif), tambah 500 ha Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
  • Robusta: panen Juli-Agustus

Kopi arabika dikembangkan di ketinggian di atas 800 mdpl: lereng Sumbing, Sindoro, Prahu (Kecamatan Selopampang, Tembarak, Tlogomulyo, Bulu, Parakan, Kledung, Bansari, Ngadirejo, Candiroto, Wonoboyo, Tretep, Kaloran).

Pemasaran: Kopi Temanggung tembus pasar Afrika, Arab, Eropa. PT Sukasina (Bandung) serap 300 ton robusta/tahun. CV Natalia juga rutin serap dari petani.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Harga Kopi Temanggung Melonjak Jadi Rp22.000/kg, Produksi Turun Akibat Cuaca Ekstrem

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!