JATENG - Pemerintah Kabupaten Temanggung memperkirakan produksi kopi 2026 mengalami penurunan, sehingga harga kopi arabika petani naik dari Rp15.000 menjadi Rp20.000-Rp22.000 per kilogram.
Baca juga: Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 289 Penerima
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Temanggung, Sumarno, mengatakan curah hujan tinggi saat pembungaan menyebabkan banyak bunga gagal menjadi buah.
"Informasi dari petani, penurunan hasil panen berkisar 40-60%. Penyebab utamanya cuaca ekstrem saat proses pembungaan," ujarnya, Senin (29/6).
Jenis kopi:
Kopi arabika dikembangkan di ketinggian di atas 800 mdpl: lereng Sumbing, Sindoro, Prahu (Kecamatan Selopampang, Tembarak, Tlogomulyo, Bulu, Parakan, Kledung, Bansari, Ngadirejo, Candiroto, Wonoboyo, Tretep, Kaloran).
Pemasaran: Kopi Temanggung tembus pasar Afrika, Arab, Eropa. PT Sukasina (Bandung) serap 300 ton robusta/tahun. CV Natalia juga rutin serap dari petani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA