Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 09:00 WIB

Pemprov Jateng Dorong Masyarakat Gemar Makan Ikan Lewat Central Java Fish Market

Author

Ilustrasi — kegiatan nelayan di area pelabuhan (DOK/ANTARA).

JATENG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar kampanye gemar makan ikan melalui ajang Central Java Fish Market 2025 yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, pada 11 November 2025.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang keempat, dan bekerja sama dengan Bank Indonesia. Sejumlah acara menarik akan memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya bazar UMKM sektor perikanan, festival 1.000 mangkuk bakso ikan, kampanye gemar makan ikan, serta lomba memasak ikan tingkat pelajar SMA-SMK se-Jawa Tengah.

Menurut Endi, kegiatan ini penting untuk mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap ikan, seperti anggapan bahwa ikan menyebabkan kolesterol, berbau amis, atau sulit didapat. Ia menegaskan bahwa ikan justru merupakan alternatif sumber protein yang terjangkau ketika harga daging, ayam, atau telur meningkat.

Konsumsi ikan masyarakat Jawa Tengah pada 2024 tercatat mencapai 40,14 kilogram per kapita per tahun, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 37,22 kilogram. Produksi perikanan juga melimpah, dengan hasil tangkapan mencapai 410 ribu ton, sementara budidaya ikan mencapai lebih dari 550 ribu ton. Dari sisi ekonomi, nilai produksi perikanan tangkap mencapai sekitar Rp6,19 triliun, berasal dari berbagai pelabuhan perikanan di Jawa Tengah.

Baca juga: Nelayan Purworejo Dapat Angin Segar, Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

Untuk meningkatkan minat konsumsi ikan, DKP Jateng menerapkan berbagai strategi, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana ekonomi masyarakat pesisir, pembinaan mutu produk, pendampingan sertifikat kelayakan pengolahan, hingga promosi digital melalui e-commerce. DKP juga terus mendorong diversifikasi olahan ikan serta memberikan pendampingan bagi pelaku usaha agar memenuhi standar nasional.

Endi menambahkan, Pemprov Jateng juga memperlihatkan dukungan nyata bagi nelayan melalui rehabilitasi breakwater, pengerukan muara sungai dan dermaga, serta perbaikan pelabuhan dengan anggaran sekitar Rp60 miliar pada 2025. Selain itu, pemerintah akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang dikelola BUMD untuk mempermudah akses bahan bakar bersubsidi.

Bentuk perhatian lainnya ialah pemberian asuransi bagi nelayan kecil dengan kuota sekitar 15 ribu peserta. Nelayan yang meninggal dunia akan menerima klaim hingga Rp120 juta, sementara cacat permanen mendapat santunan maksimal Rp60 juta, dan biaya pengobatan hingga Rp12 juta.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak masyarakat menjadikan ikan sebagai sumber pangan utama. Ia menegaskan bahwa mengonsumsi ikan tidak hanya menyehatkan dan mencerdaskan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi para nelayan serta pelaku usaha perikanan di Jawa Tengah.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU