JATENG - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mulai menanam mangrove di sepanjang pesisir untuk menahan abrasi yang semakin parah. Program ini sudah dimulai sejak akhir Juni 2025 dan akan terus berlangsung di garis pantai yang membentang sekitar 52 kilometer.
Baca juga: Jokowi Dukung Penuh RUU Perampasan Aset, Dorong Pemberantasan Korupsi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batang, Rusmanto, menjelaskan, kegiatan ini bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 melalui program Mageri Segoro. Di Pantai Sigandu, pihaknya telah menanam 1.250 bibit mangrove jenis Rizhopora dan berencana melakukan aksi serupa setiap bulan di lokasi lain.
Untuk mencapai target 100 ribu mangrove hingga akhir tahun, Pemkab Batang melibatkan sejumlah perusahaan, termasuk PLTU Batang. Gubernur Jawa Tengah bahkan menargetkan rekor MURI dengan penanaman satu juta mangrove di beberapa kabupaten dan kota di wilayah Pantura.
Baca juga: Blora Geger! Dugaan Perangkat Desa Terlibat Sumur Minyak Ilegal di Gandu
Penanaman juga diprioritaskan di lokasi rawan abrasi, seperti Dukuh Sicepit, Desa Kasepuhan, dengan luas 0,6 hektare yang akan ditanami pada Oktober 2025. Menurut Rusmanto, tujuan program ini adalah mengembalikan keseimbangan ekosistem pesisir dan merehabilitasi hutan mangrove agar wilayah yang sering digenangi rob dapat pulih.
“Jika tidak segera ditangani, wilayah ini akan terus tergerus air. Dengan menanam mangrove, kami berharap pesisir kembali sehat dan tangguh,” ujar Rusmanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA