Kegiatan Istighosah dan doa bersama (DOK/Humas Pemprov Jateng)
JATENG - Kericuhan aksi demokrasi yang terjadi akhir-akhir ini membuat resah para masyarakat karena aksi yang dilakukan oleh para demonstran berujung pada kericuhan dan perusakan alat-alat transportasi umum.
Di tengah banyaknya daerah yang mengalami hal tersebut, kemudian dilanjut dengan pemberhentian fungsi mode transportasi Kota atau daerah, justru Pemprov Jateng tetap mengizinkan aktivitas transportasi menggunakan kendaraan umum, bahkan keamanannya dijamin pemerintah.
Baca juga: Sekda Jateng: Jalidi Rapahuli Jadi Pengungkit Ekonomi Jateng
Menurut Sumarno, Sekda Jateng, bahwa aktivitas yang ada di Jawa Tengah terbilang cukup kondusif, sejumlah kegiatan perkantoran juga masih tetap berjalan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga menegaskan, pelayanan publik di Jawa Tengah tidak terganggu. Hal itu juga sudah dikoordinasikan dengan seluruh bupati dan wali kota, serta Forkopimda di masing-masing daerah, jika semua pelayanan publik berjalan normal.
Baca juga: Pemkab Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat dengan Meningkatkan Penanganan Hukum
Gubernur Jateng yakin bahwa masyarakat Jawa Tengah mampu untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban wilayahnya dengan mengedepankan sikap toleransi dan saling tolong menolong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Jateng