Dari hasil survei status gizi di Indonesia mencapai 18% meskipun angkat tersebut lebih rendah 4% dari tahun sebelumnya. Hal tersebut tidak membatasi semangat Bupati Semarang untuk tetap memperhatikan gizi bagi anak-anak balita maupun ibu hamil.
Baca juga: Pemerintah Pati Fokus Tingkatkan Produksi dan Akses Pertanian Melalui Pembuatan Jalan
Untuk dapat menciptakan Kabupaten Semarang yang Sejahtera, Bupati sangat mengutamakan program atasi stunting dan program sekolah gratis. Hal tersebut disampaikan pada Selasa (15/7/2025) dalam acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tingkat Kabupaten Semarang, di objek wisata Bukit Cinta, Banyubiru,
Ketua Tim Kerja KB dan KR BKKBN Perwakilan Jawa Tengah, Agus Pudjiyanto mengatakan bahwa program ini sangat membantu para ibu hamil dan orang tua yang memiliki anak balita, di Kabupaten Semarang sendiri menargetkan sejumlah 8 ribu akseptor KB baru, dan dipertengahan tahun ini sudah mencapai setengah dari target tersebut.
Baca juga: Pasar Unik di Sragen: Jual Beli Penuh Keberkahan Tanpa Tawar-Menawar
Sementara untuk mengatasi masalah stunting perlu mendapat dukungan semua pihak. Pada kesempatan itu, juga diserahkan penghargaan pelayanan KB terbaik di tempat kerja dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN kepada Pemkab Semarang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Jateng