JATENG - Sebanyak 500 petani muda Kabupaten Magelang berkumpul di Lapangan Cakra Buana, Desa Krangean, Kecamatan Ngablak, Senin (29/6). Mereka mendapatkan pembekalan pengetahuan, keterampilan, dan akses teknologi pertanian modern melalui program Better Life Farming (BLF) Bayer Indonesia.
Petani berasal dari daerah penghasil sayur-mayur seperti Ngablak, Sawangan, Dukun, dan Muntilan. Mereka bertemu perbankan, produsen sarana pertanian, dan kelompok tani unggulan.
Baca juga: Pastikan Anak-Anak didaerahnya Bisa Sekolah, Gubernur Jateng Kembali Terapkan Sekolah Gratis
Arum Wulandari (26), petani muda asal Sawangan, mengaku tertarik menjadi petani karena pendapatan menjanjikan dan waktu kerja fleksibel. "Hasilnya tidak kalah dengan bekerja sebagai karyawan," ujarnya.
Petani muda di lingkungannya kini menggunakan traktor, mesin elektrik untuk penyemprot hama, dan sistem pengairan dengan mesin diesel. Arum juga membagikan aktivitasnya sebagai petani di media sosial dan mendapat penghasilan tambahan.
Kepala Dusun Krangean, Wardoyo, mengungkapkan sekitar 70% dari 120 KK di wilayahnya adalah petani muda yang terbuka terhadap teknologi dan inovasi.
Maria Magdalena Pakpahan, Head of BLF Bayer Indonesia, menjelaskan kegiatan ini bagian dari Program Bayer Satria untuk memberdayakan generasi muda mengembangkan usaha tani produktif dan berkelanjutan.
"Regenerasi petani bukan hanya kuantitas, tetapi juga kualitas yaitu petani muda yang siap, adaptif, dan bangga dengan profesinya," ujarnya.
Kecamatan Ngablak dipilih karena merupakan sentra hortikultura terbesar di Jateng. Demplot sayuran seperti kol, kentang, dan cabai dibudidayakan dengan teknologi modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang