Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beraudiensi dengan Amdatara Jateng-DIY di Semarang (DOK/ANTARA)
JATENG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK) untuk selalu menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan pemanfaatan air tanah di Jateng perlu dikelola secara berkelanjutan. Industri AMDK bergantung pada sumber daya air, sehingga pelaku industri diminta mematuhi pembatasan penggunaan air tanah dan memperkuat program konservasi melalui CSR.
Baca juga: Pastikan Anak-Anak didaerahnya Bisa Sekolah, Gubernur Jateng Kembali Terapkan Sekolah Gratis
"Pembatasan air tanah harus betul-betul kita patuhi," ujarnya saat menerima audiensi Amdatara Jateng-DIY di Semarang, Rabu (1/7).
Luthfi mendorong industri AMDK menerapkan ekonomi sirkular, menghemat air dan energi, mengurangi emisi, dan memperkuat kemitraan dengan bank sampah.
Ketua Umum DPP Amdatara Karyanto Wibowo mengatakan dari sekitar 710 perusahaan AMDK di Indonesia, sekitar 130 berada di Jateng. Pihaknya sepakat memperhatikan konservasi air dan pengolahan sampah plastik, termasuk penanaman 2.000 pohon dan pengembangan fasilitas pengolahan sampah di Semarang, Salatiga, dan Wonosobo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA