Lahan tanaman tembakau di Kabupaten Magelang terus menyusut (Pemkab Magelang).
JATENG - Luas lahan tembakau di Kabupaten Magelang menurun signifikan hingga 50 persen dalam empat tahun terakhir, dari sekitar 6.000 hektare (2021) menjadi 2.500-3.000 hektare (akhir 2025).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, Romza Ernawan, mengatakan faktor utama penurunan adalah perubahan iklim (curah hujan tidak pasti) dan harga tembakau tidak stabil dibanding komoditas kompetitor seperti cabai dan hortikultura lainnya.
Baca juga: Komnas PA Temanggung Imbau Masyarakat Tingkatkan Perlindungan Anak, Waspada Pelecehan dan LGBT
"Petani beralih ke tanaman lain karena harga tembakau menjadi permasalahan," ujarnya dalam kajian Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTTC) Universitas Muhammadiyah Magelang, Kamis (18/6).
Sebaran lahan tembakau Magelang berada di dataran tinggi (lereng Merbabu dan Sumbing) dan dataran rendah (Salam, Ngluwar).
Petani Windusari, Istanto, mengatakan diversifikasi lahan sudah dilakukan sejak 2013. "Selain tembakau, kami tanam ubi jalar, kopi, bawang merah, dan bawang putih. Penjualan tembakau juga tergantung pasar tunggal," katanya.
Ketua MTTC Unimma, Retno Rusdjijati, menyampaikan hasil kajian ini akan digunakan untuk menyusun strategi menolak intervensi industri rokok terhadap petani tembakau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang