Terumbu karang buatan dari limbah karya Tim AFA Undip (DOK/ANTARA).
JATENG - Tim peneliti Universitas Diponegoro (Undip) mengembangkan Artificial Fish Apartment (AFA), teknologi terumbu karang berbahan Fly Ash Bottom Ash (FABA), limbah industri yang diolah menjadi struktur ramah lingkungan bagi biota laut.
Ketua tim, Prof. Munasik, mengatakan inovasi ini solusi untuk rehabilitasi ekosistem, meningkatkan produktivitas perikanan, dan ekonomi masyarakat pesisir.
Baca juga: Rapat Evaluasi APBD Tahun 2026, 200 Miloar APBD Akan Dialokasikan Untuk Perbaikan Jalan
AFA terpilih dalam Lab2Market 2026, program nasional hilirisasi dan komersialisasi riset perguruan tinggi.
Teknologi ini telah mencapai TRL 7-8 dan diuji di beberapa wilayah pesisir. Hasil monitoring menunjukkan peningkatan jumlah ikan, keanekaragaman hayati, dan habitat laut lebih produktif.
Biaya produksi AFA lebih rendah dibandingkan terumbu buatan impor.
Tim AFA akan mendapat pendampingan intensif: validasi pasar, model bisnis, hak kekayaan intelektual, strategi komersialisasi, dan jejaring investor.
"Kami bersyukur AFA terpilih. Ini peluang penting memperkuat hilirisasi," ujar Munasik di Semarang, Kamis (18/6).
AFA sejalan dengan pengembangan Blue Economy dan SDGs tujuan ke-14 (pelestarian ekosistem laut). Tim akan mengikuti Kick-Off Lab2Market 2026 di Jakarta, 25-26 Juni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA