Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 11:00 WIB

Empat Daerah Jateng Sepakat Olah Sampah Jadi Listrik dengan Investor Tiongkok

Empat Daerah Jateng Sepakat Olah Sampah Jadi Listrik dengan Investor TiongkokWali Kota Pekalongan bersama tiga kepala daerah dan investor Tiongkok menandatangani MoU pengolahan sampah menjadi energi listrik (DOK/ANTARA).

JATENG - Pemerintah Kota Pekalongan bersama tiga daerah lainnya di Jawa Tengah seperti Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan investor asal Tiongkok untuk membangun proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik (Waste to Energy/WTE).

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyatakan kerja sama ini adalah langkah strategis untuk mengatasi masalah sampah yang selama ini menjadi tantangan klasik di banyak daerah.

"Empat daerah ini sudah MoU. Banyak perusahaan yang sudah presentasi, tetapi yang serius dan sampai tahap ini baru dari Tiongkok," ujar Afzan, Kamis (29/1).

Baca juga: Pemkab Kudus Siapkan Rp4,2 Miliar untuk Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah RDF

Investor yang terlibat adalah perusahaan di bawah naungan Chinese People Political Consultative Conference (Holding Company). Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 dengan skema kerja sama jangka panjang.

Lokasi pembangunan fasilitas WTE telah disepakati di Kabupaten Pekalongan, karena Kota Pekalongan tidak lagi memiliki lahan yang memadai.

"Kabupaten Pekalongan sudah siapkan lahan. Yang penting semuanya clean and clear agar segera bisa diimplementasikan," jelasnya.

Menurut Afzan, dengan keterbatasan anggaran daerah, kerja sama ini menjadi terobosan penting agar persoalan sampah tidak semakin membebani, terutama di tengah situasi rawan bencana.

"Kalau hanya mengandalkan APBD tentu berat. Alhamdulillah ada investor yang siap olah sampah dari empat daerah ini jadi energi listrik," ucapnya.

Proyek ini dirancang dengan masa kerja sama 20–30 tahun, sehingga diperlukan komitmen lintas periode kepemimpinan agar tidak terputus di tengah jalan.

"Jangan sampai ganti kepala daerah lalu minta MoU baru lagi. Itu tidak fair bagi investor yang sudah berinvestasi besar dan serius," tegasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Empat Daerah Jateng Sepakat Olah Sampah Jadi Listrik dengan Investor Tiongkok

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!