JATENG - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas cakupan program revitalisasi sekolah dengan menyasar 16.141 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang layak.
Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, menjelaskan bahwa target awal program ini adalah 10.440 sekolah. Namun, melalui pendekatan swakelola, jumlahnya berhasil ditingkatkan menjadi 16.141 satuan pendidikan dengan anggaran tetap sebesar Rp99,97 triliun.
Baca juga: Temanggung Berhasil Jadi Daerah Dengan Perbaikan Akses Pendidikan Yang Lebih Baik
"Revitalisasi ini mencakup rehabilitasi gedung sekolah dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), terutama untuk sekolah yang mengalami peningkatan jumlah siswa," ujarnya di Blora, Jawa Tengah, Sabtu (31/1).
Fokus perbaikan meliputi atap, toilet, dan pengecatan, dengan penekanan khusus pada peningkatan kualitas sanitasi sekolah.
Tahap kedua program ini juga telah dipersiapkan, yang akan menambah sekitar 60.000 sekolah. Rencananya, tahap kedua akan dimulai pada awal Maret 2026 dan telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.
Secara khusus, Kabupaten Blora pada tahun 2025 menjadi daerah dengan alokasi revitalisasi sekolah tertinggi se-Jawa Tengah. Sebanyak 66 satuan pendidikan di Blora, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK menerima dana revitalisasi senilai Rp62,4 miliar dari APBN 2025.
"Revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan unsur kunci dalam peningkatan mutu pendidikan," tegas Mariman Darto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA