Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 04 OKTOBER 2025 • 11:00 WIB

Bupati Banyumas Tegaskan Komitmen Hadirkan Pendidikan Inklusi SMP

Bupati Banyumas Tegaskan Komitmen Hadirkan Pendidikan Inklusi SMPBupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono berfoto bersama anak-anak berkebutuhan khusus pada Gebyar Inklusi SMP 2025 di Kantor Dinas Pendidikan Banyumas, Jawa Tengah, Senin (15/9/2025), (DOK/ANTARA)

JATENG - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan inklusif di tingkat SMP. Menurutnya, setiap anak termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) berhak mendapat kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan berprestasi.

“Pendidikan bukan soal melihat keterbatasan, tetapi menggali potensi. Setiap anak adalah bintang, hanya belum semua menemukan panggungnya,” ujar Sadewo saat membuka Gebyar Inklusi SMP 2025 di halaman Dinas Pendidikan Banyumas, Senin.

Baca juga: Jokowi Dukung Penuh RUU Perampasan Aset, Dorong Pemberantasan Korupsi

Sadewo mengapresiasi peran sekolah, guru, orang tua, dan seluruh pihak yang telah mendukung pendidikan inklusi di daerahnya. Baginya, gebyar inklusi tidak boleh hanya sekadar seremoni, melainkan ruang nyata untuk mengapresiasi bakat anak-anak ABK mulai dari senam, menggambar, hingga peragaan busana yang mereka tampilkan dengan percaya diri.

Bupati menegaskan bahwa meski tidak semua sekolah wajib menerima ABK, setiap sekolah diberi peluang sesuai kemampuan dan fasilitasnya. Beberapa sekolah bahkan sudah menjadi rujukan, seperti SD Negeri Arca Winangun 5 yang mayoritas siswanya adalah ABK.

“Harapan saya, ke depan pendidikan inklusif makin kuat. Semua anak, tanpa kecuali, bisa diterima di sekolah umum,” katanya.

Baca juga: Blora Geger! Dugaan Perangkat Desa Terlibat Sumur Minyak Ilegal di Gandu

Sadewo juga menegaskan bahwa Pemkab Banyumas memberi perhatian serius pada dunia pendidikan dengan mengalokasikan 34 persen APBD untuk sektor ini jauh di atas ketentuan minimal. “Ini bentuk investasi besar untuk masa depan Banyumas,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Banyumas Subagyo, yang menyebut pendidikan inklusi sebagai wujud nyata semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Joko Wiyono menambahkan bahwa Gebyar Inklusi adalah bagian dari gerakan education for all dengan melibatkan lomba psikomotor, kognitif, hingga sesi berbagi pengalaman orang tua dan pendamping ABK.

Baca juga: Purworejo Perkuat Langkah Atasi Sampah, Warga Didorong Mulai dari Rumah

Saat ini, tercatat sekitar 367 ABK bersekolah di SMP negeri maupun swasta di Banyumas. Untuk jenjang SD, jumlahnya lebih banyak lagi. Prinsipnya, sekolah negeri tidak boleh menolak ABK, hanya perlu ada rekomendasi psikolog atau psikiater agar layanan bisa disesuaikan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bupati Banyumas Tegaskan Komitmen Hadirkan Pendidikan Inklusi SMP

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!