Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 06 DESEMBER 2025 • 08:00 WIB

Pemkab Banyumas Dorong UMKM Kembangkan Produk Turunan dari Minyak Sawit

Pemkab Banyumas Dorong UMKM Kembangkan Produk Turunan dari Minyak SawitKepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Banyumas, Wahyu Dewanto, hadir dalam Workshop Jurnalis Promosi UMKM Sawit di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Senin 24/11/2025 (DOK/ANTARA).

JATENG - Pemerintah Kabupaten Banyumas mendorong para pelaku UMKM memanfaatkan minyak sawit sebagai bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk turunan bernilai tinggi dan berpotensi memperluas pasar.

Kepala Dinnakerkop-UKM Banyumas, Wahyu Dewanto, menjelaskan bahwa banyak UMKM belum mengetahui bahwa minyak sawit dapat diolah menjadi beragam produk, mulai dari lilin, aromaterapi, hingga makanan. Dalam Workshop Jurnalis Promosi UMKM Sawit yang digelar bersama Majalah Sawit Indonesia dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), ia menekankan besarnya peluang tersebut.

Menurut Wahyu, peran media sangat penting untuk menyebarluaskan informasi ini agar semakin banyak pelaku UMKM yang tertarik mengembangkan usaha berbasis turunan sawit. Dari sekitar 90 ribu UMKM di Banyumas, sebagian besar bergerak di kuliner dan kerajinan, sehingga peluang pemanfaatan sawit cukup besar.

Ia menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan pendampingan usaha dan dukungan pemasaran jika UMKM mulai mengadopsi bahan baku sawit dalam proses produksi mereka.

Sementara itu, Pemred Majalah Sawit Indonesia, Qoyyum Amri, menyampaikan bahwa produk turunan sawit memiliki potensi besar bagi UKM dan sudah dimanfaatkan di berbagai daerah, bahkan menembus pasar ekspor. Karena itu, workshop tersebut bertujuan memperluas jejaring UMKM dan memperkuat pengembangan produk berbahan sawit.

Baca juga: Bupati Banyumas: Program Bebenah Kampung Wujudkan Rumah Layak dan Sehat

Qoyyum menilai penyebarluasan informasi mengenai UMKM sawit perlu terus dilakukan melalui berbagai kanal media agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa UMKM produk turunan sawit tersebar di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Yogyakarta, Banten, Jawa Tengah, termasuk Purwokerto yang menjadi titik penting pengembangannya.

Menurutnya, kini sudah ada sekitar 32 jenis produk turunan sawit, mulai dari minyak goreng, rendang sawit, abon, hingga lilin aromaterapi. Bahkan, UMKM di Baturraden telah mengolah jelantah sawit menjadi lilin aroma dan sempat mendapat permintaan dari luar negeri.

Kepala Divisi UKMK BPDP, Helmi Muhansyah, menambahkan bahwa industri sawit masih menjadi salah satu penopang pendapatan negara yang stabil. Ia menilai kampanye negatif tentang sawit harus ditanggapi dengan penyebaran informasi yang benar kepada publik.

Helmi menuturkan bahwa pemahaman masyarakat kini menjadi salah satu indikator kinerja BPDP, sehingga edukasi terus ditingkatkan. Ia menyebutkan berbagai inovasi turunan sawit yang terus berkembang, mulai dari rompi, batik sawit, hingga produk kecantikan. Salah satu pengrajin batik sawit di Yogyakarta bahkan mencatat kenaikan omzet dari ratusan juta menjadi miliaran rupiah per bulan.

BPDP menargetkan setidaknya 1.000 UMKM perkebunan dapat naik kelas, seiring meningkatnya potensi produk turunan sawit di pasar.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemkab Banyumas Dorong UMKM Kembangkan Produk Turunan dari Minyak Sawit

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!