JATENG - Perayaan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah Telah Usai, namun masih banyak masyarakat terutama di kalangan anak-anak yang menggunakan petasan sebagai ajang perayaan.
Melihat hal ini, Pemerintah Kota Pekalongan sangat mengkhawatirkan terjadinya risiko yang tinggi akibat bermain petasan.
Apalagi di Indonesia yang setiap tahunnya banyak sekali masyarakat yang terluka ataupun sampai meninggal dunia akibat bermain petasan.
Wali Kota Pekalongan atau yang biasa disapa Aaf, menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan lain di bulan Syawal selain permainan petasan.
Baca juga: Diserbu Ratusan Warga Program GPM Pekalongan Hadirkan Berbagai Kebutuhan Pokok Murah
Petasan tidak boleh dijadikan sebagai tradisi yang sifatnya wajib di bulan syawal karena ini berbahaya.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir peredaran dan penggunaan petasan atau mercon karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Pelaku, baik penjual maupun pengguna mercon, dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba-coba membuat atau menggunakan bahan peledak rakitan yang sangat berbahaya dan dapat menimbulkan dampak fatal, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Jateng