Sabtu, 28 MARET 2026 • 08:00 WIB

Polresta Banyumas: Koordinasi Antarwilayah Tekan Kemacetan Arus Balik Lebaran

Author

Ilustrasi - Arus mudik lebaran diguyur hujan (DOK/ANTARA).

JATENG - Polresta Banyumas menilai koordinasi antarwilayah aglomerasi mampu menekan kemacetan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P Silalahi mengatakan penanganan arus lalu lintas pada Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026 berlangsung 13-25 Maret menunjukkan hasil lebih baik dibanding tahun lalu.

Baca juga: Wali Kota Semarang: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Lancar Kondusif

"Kami bisa menganalisis dan mengoordinasikan antarwilayah aglomerasi dengan Brebes, Tegal, dan daerah penyangga lainnya," ujarnya, Kamis (26/3).

Fokus pengaturan dilakukan di titik rawan seperti perbatasan wilayah dan simpang strategis di jalur arteri Ajibarang. Rekayasa lalu lintas seperti penarikan arus dan pengaturan persimpangan dilakukan. Pasar tumpah di Linggapura, Tonjong, dan Songgom juga ditangani dengan kanalisasi dan jalur penyeberangan.

Puncak arus balik di Ajibarang terjadi pada 23 Maret, didominasi roda dua, roda empat, dan bus. Tanggal 24 masih tinggi, lalu berangsur lancar.

Data kecelakaan OKC 2026 tercatat 11 kasus (sama dengan 2025). Korban meninggal 2 orang, tidak ada luka berat. Namun korban luka ringan meningkat dari 10 jadi 26 orang, dan kerugian material dari Rp5,55 juta menjadi Rp40 juta.

Meski operasi telah berakhir, Polresta Banyumas tetap mengamankan delapan titik strong point dan mengantisipasi puncak arus balik susulan akhir pekan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU