JATENG - Pemerintah Kota Semarang memperluas jangkauan program sekolah swasta gratis pada tahun ajaran 2026. Jika tahun sebelumnya mencakup 129 sekolah, kini bertambah menjadi 133 unit, terdiri dari 40 TK, 48 SD, dan 45 SMP swasta di seluruh wilayah Semarang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan, pada 2025 program ini telah dinikmati 16.340 siswa dengan anggaran Rp25,79 miliar dari APBD.
Baca juga: Kemendikdasmen Targetkan 16.141 Sekolah dalam Program Revitalisasi Nasional
"Tahun ini kami tambah jangkauannya agar sekolah swasta bisa jadi pilihan utama yang bagus dan gratis bagi warga," ujarnya dalam kegiatan Penyerahan Bantuan Sekolah Swasta Gratis dan FGD Perubahan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Jumat (27/2).
Hibah pendampingan BOS ini merupakan langkah nyata mewujudkan Semarang Cerdas dan memastikan pendidikan merata. Agustina mengapresiasi yayasan yang bersedia bergabung, dan berharap sinergi ini membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan kepastian pendidikan.
Meski APBD belum mampu menggratiskan seluruh sekolah swasta, penambahan ini menunjukkan komitmen pemerintah. Ke depan, akan diupayakan regulasi beasiswa parsial agar bantuan lebih tepat sasaran.
Terkait perubahan perwal SPMB 2026, Agustina menegaskan pentingnya pembaruan regulasi untuk menutup celah praktik "titip-menitip" siswa. "Tahun lalu tidak ada titipan karena sistem sudah solid dan akuntabel," tegasnya.
Ia berharap integrasi sekolah gratis dan sistem pendaftaran bersih mampu mendukung kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Semarang. "Masa depan kota ini ada di ruang kelas hari ini. Tugas kita menjaga akses dan mutu pendidikan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA