JATENG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan 36 unit hunian tetap (huntap) kepada warga Dusun Bawang, Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, yang terdampak bencana tanah bergerak. Hunian ini dibangun menggunakan teknologi Rumah Sistem Panel Instan (Ruspin) yang tahan gempa, cepat, ekonomis, dan fleksibel.
“Tidak usah ingat rumah dulu karena sudah tidak bisa dipakai dan berbahaya. Yang penting sekarang tinggal di rumah baru, gratis, tidak bayar. Semoga berkah,” ujar Luthfi saat menyerahkan kunci rumah, Senin (23/2).
Baca juga: Jawa Tengah siapkan 365 acara untuk menggerakkan pariwisata di 2026
Selain rumah, warga juga menerima sertifikat tanah dan dapat langsung menempati hunian jelang Idul Fitri 1447 H. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jateng, Pemkab Banjarnegara (penyedia lahan), dan BPN (penerbitan sertifikat).
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengapresiasi percepatan penyelesaian relokasi yang telah dinantikan sejak 2022. “Di masa Gubernur Ahmad Luthfi, proses bisa dipercepat dan kunci sudah diserahkan ke warga,” katanya.
Pemkab akan melengkapi fasilitas umum seperti akses jalan, mushalla, listrik, dan air bersih. Total relokasi di Banjarnegara mencapai 80 unit, dengan 36 unit terakhir ini.
Salah satu penerima, Yanto, mengaku sangat bersyukur. “Rumah dulu hampir roboh. Sekarang dapat rumah lebih bagus dan langsung dapat sertifikat. Senang sekali,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA