Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 09:00 WIB

Persadia: Gaya Hidup Modern Perparah Kasus Diabetes di Indonesia

Author

Peringatan Hari Diabetes Nasional di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu 30 November 2025 (DOK/ANTARA).

JATENG - Pengurus Besar Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) menyoroti bahwa gaya hidup modern memperburuk kasus diabetes di Indonesia. Ketua Umum PB Persadia, Dr. dr. K Heri Nugroho HS, SpPD, K-EMD FINASIM, menyampaikan hal ini saat Peringatan Hari Diabetes Sedunia di De Tjolomadoe, Karanganyar, Minggu.

Berdasarkan data kesehatan nasional, sekitar satu dari sepuluh orang Indonesia mengidap diabetes, sementara satu dari lima sudah masuk kategori obesitas. Peningkatan obesitas menjadi perhatian serius karena merupakan pemicu utama diabetes, yang kini juga menyerang usia muda seperti remaja, mahasiswa, dan anak-anak akibat kebiasaan makan berlebihan, kurang olahraga, dan pola hidup tidak sehat.

Baca juga: Waspada Penyakit Leptospirosis, Masyarakat Dihimbau Terapkan Hidup Bersih

Dr. Heri menekankan bahwa penumpukan lemak di area perut merupakan risiko tinggi. Lingkar perut lebih dari 90 cm pada laki-laki dan 80 cm pada perempuan menjadi indikator obesitas sentral. Diabetes sendiri dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal kronis.

Angka kasus diabetes dapat ditekan jika obesitas berhasil dikendalikan, yang sekaligus akan menurunkan beban pembiayaan kesehatan. Adhika Widya Sena, People & Organisation Director Novo Nordisk Indonesia, menambahkan bahwa penanganan diabetes tidak hanya melalui pengobatan, tetapi juga melalui perubahan perilaku dan kesadaran diri masyarakat.

Selain itu, masyarakat dapat memantau risiko diabetes melalui platform digital yang mempermudah penghitungan BMI, pemeriksaan gula darah, dan konsultasi tenaga kesehatan secara daring maupun luring melalui novocal.id. Fokus perusahaan kini tidak hanya diabetes, tetapi juga obesitas sebagai faktor utama. Selama 22 tahun, kolaborasi dengan kementerian, tenaga medis, dan asosiasi kesehatan dilakukan untuk mencegah obesitas dan risiko diabetes di generasi mendatang.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU