Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 09:23 WIB

Pemprov Jateng Gerak Cepat Tangani Banjir di Sejumlah Daerah

Author

BPBD Jateng mengerahkan mobile pump di Rumah Pompa Tenggang dan Sringin, Kota Semarang, sebagai langkah cepat mengatasi banjir (DOK/ANTARA).

JATENG - Hujan deras yang mengguyur Jawa Tengah pada Rabu (22/10) malam menyebabkan banjir di beberapa wilayah, termasuk Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Grobogan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui BPBD langsung bergerak cepat menanggapi kondisi tersebut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas C Penanggungan, menyampaikan bahwa sejak awal kejadian, tim BPBD provinsi telah turun mendampingi BPBD kota dan kabupaten bersama relawan, TNI, Polri, serta masyarakat.
“Teman-teman BPBD sudah di lapangan sejak kemarin, membantu penanganan banjir bersama semua pihak,” ujar Bergas di kantor BPBD Jateng, Kamis (23/10).

Banjir di Kota Semarang paling parah terjadi di kawasan Kaligawe dan Genuk, di mana air mulai naik sejak Rabu malam. Beberapa titik pengungsian dan dapur umum telah disiapkan untuk warga terdampak.
“Yang penting, logistik sudah kami kirim sejak tadi malam,” tambah Bergas.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD mengerahkan mobile pump ke dua lokasi utama, yaitu Rumah Pompa Tenggang dan Sringin. Pompa di Tenggang sudah beroperasi, sedangkan di Sringin masih dalam proses mobilisasi karena akses yang sulit.
“Kota Semarang ini daerah cekungan, jadi sangat bergantung pada sistem pompa air,” jelas Bergas.

Baca juga: Banjir Lumpuhkan Jalur Semarang–Demak, Arus Lalu Lintas Macet Parah

Di Rumah Pompa Tenggang terdapat enam mesin pompa, sementara di Sringin ada lima unit. Saat ini hanya sebagian yang aktif, sisanya sedang dalam proses peningkatan kapasitas dari bahan bakar solar ke listrik agar nantinya bisa bekerja maksimal.
“Kalau sudah selesai upgrading, semua pompa bisa beroperasi bersamaan tanpa henti,” katanya.

Selain Semarang, BPBD Jateng juga terus memantau kondisi banjir di Demak dan Grobogan, serta beberapa titik longsor di wilayah timur Jawa Tengah.
Bergas mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi musim peralihan, karena potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang masih tinggi.
“Kami berharap semua pihak, termasuk relawan dan masyarakat, saling mengingatkan dan siaga menghadapi kondisi ini,” pesannya.

Sementara itu, Saefudin, sopir truk asal Jepara, mengaku terjebak banjir di jalur Kaligawe saat perjalanan menuju Kudus. Meski begitu, ia mengapresiasi upaya pemerintah yang terus berusaha menormalkan situasi. “Petugas sudah sigap, semoga air cepat surut,” ujarnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU