JATENG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan budidaya udang di Kebumen memiliki prospek sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto panen raya udang di Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Desa Tegalretno, Petanahan, Sabtu (23/5).
Baca juga: Cegah Kekerasan Seksual, Poltekkes Yogya Gelar Literasi Kesehatan Reproduksi Sejak Dini di Sawangan
"Ini prospek bagus. Lahan 100 hektare ini akan menambah lapangan pekerjaan baru dan pendapatan daerah," ujarnya.
Kebumen menjadi salah satu sentra produksi utama udang vaname Jateng dengan produksi 1.850 ton dari total 26.313 ton pada 2025. Ekspor udang Jateng triwulan I 2026 mencapai 1.300 ton senilai Rp178,8 miliar.
Presiden Prabowo mengapresiasi produktivitas tambak Kebumen yang mencapai 40 ton per hektare dengan harga Rp70.000 per kilogram.
"Satu hektare bisa hasilkan 40 ton. Luar biasa. Harga sangat bagus," kata Presiden.
BUBK Kebumen saat ini menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal dan menjadi salah satu proyek strategis nasional di sektor perikanan budidaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA