JATENG - Dinas Sosial Kabupaten Temanggung mengutamakan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) 2026 bagi anak putus sekolah dari keluarga miskin ekstrem (desil 1 dan 2).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Umi Lestari Nurjanah, mengatakan langkah ini bertujuan menjaring anak-anak berisiko putus sekolah agar tetap mendapatkan pendidikan.
Baca juga: Pemkot Magelang Tempatkan Pendidikan Sebagai Fondasi Pembangunan SDM
"Desil 1 sampai 2 itu strata miskin ekstrem. Arahan pusat sasarannya anak putus sekolah di kategori itu," ujarnya, Rabu (13/5).
Di Temanggung, terdapat 13.757 anak dari keluarga desil 1 dan 2 yang akan masuk jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Namun, kuota yang diterima tahun ajaran 2026/2027 hanya 60 anak (dua rombongan belajar).
Karena pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Temanggung masih terkendala pembebasan lahan, siswa akan dititipkan sementara di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo.
Tahun ajaran 2025/2026, Sekolah Rakyat Temanggung mendapat kuota 125 anak jenjang SMA dan masih menumpang di Gedung Sentra Terpadu Kartini Temanggung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA