JATENG - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, menggelar Industropolis Festival sebagai bagian dari perayaan lima tahun beroperasinya. Acara ini digelar secara gratis dan menjadi konser publik pertama di kawasan tersebut, menarik sekitar 10 ribu pengunjung dari Batang dan sekitarnya pada Jumat (6/2).
Direktur KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menyatakan festival ini bertujuan mengukuhkan kawasan sebagai destinasi baru yang mengintegrasikan industri, budaya, dan kehidupan masyarakat. "Momen ini menjadi simbol pertumbuhan KEK Batang sekaligus ruang publik yang hidup dan memberdayakan," ujarnya.
Baca juga: Pekalongan Gemar Membaca Dinarpus Pekalongan Gelar Festival Literasi 2025
Festival tidak hanya menampilkan pertunjukan seni seperti KBBS (Marching Pring), Bolodewa, tarian dari Sanggar Prastikasmara, dan penampilan grup musik Guyon Waton, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM dari desa-desa penyangga sebagai tenant. Selain mendukung ekonomi lokal, 10% dari setiap transaksi tenant UMKM akan disalurkan sebagai bantuan untuk korban bencana di Aceh.
Melalui kegiatan ini, pengelola KEK Batang ingin mempertegas komitmen membangun kawasan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki dinamika sosial-budaya yang inklusif. "Ini sejalan dengan visi pemerintah mengembangkan KEK yang berdaya saing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tambah Ngurah.
Industropolis Festival juga menjadi jembatan interaksi langsung antara dunia industri dengan komunitas lokal, sekaligus memperkenalkan wajah pariwisata KEK yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA