JATENG - Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menekankan pentingnya revitalisasi museum agar lebih relevan bagi generasi muda. Pernyataan ini disampaikan saat acara sosialisasi “Afternoon Tea in Museum” di Museum Radyapustaka Solo, Jumat (28/11).
Astrid menyebutkan, museum tidak sekadar tempat menyimpan artefak, tetapi harus menjadi ruang perjumpaan budaya yang hidup, dinamis, dan menarik bagi pengunjung muda. Museum Radyapustaka, yang berdiri sejak 1890, menjadi salah satu museum tertua di Indonesia dan menyimpan koleksi bersejarah mulai dari naskah kuno, arca, pusaka adat, wayang, hingga literatur penting budaya Jawa dan Nusantara.
Baca juga: Solo Safari Hadirkan Wahana Baru Bumble Boat, Bikin Liburan Makin Seru
Menurut Astrid, Radyapustaka memiliki posisi strategis sebagai penjaga identitas dan spiritualitas Kota Surakarta. Koleksinya yang beragam berasal dari berbagai negara, termasuk Belanda, Prancis, Tiongkok, Jepang, Thailand, dan Filipina, menunjukkan diplomasi budaya Surakarta sejak masa lampau.
Untuk menarik perhatian Generasi Z, Astrid mendorong inovasi dalam program museum. Ia mengusulkan konsep “Wedangan”, seperti wedang uwuh atau teh telang yang dikemas menarik, agar pengunjung muda merasa lebih dekat dengan museum. Ia juga mengapresiasi Festival Rajamala sebagai pendekatan tematik yang segar.
Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen memperkuat pengembangan museum melalui peningkatan kuratorial, metode edukasi modern, dan pemanfaatan teknologi digital agar koleksi lebih mudah diakses publik. “Mari kita hidupkan museum sebagai ruang belajar, dialog, dan pusat peradaban yang membanggakan Kota Surakarta,” ujar Astrid.
Acara ini turut dihadiri Kepala Museum Jawa Tengah Ranggawarsito, Kepala BPK Wilayah X, serta para budayawan dan kurator.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA