Soloraya Trade Tourism and Investment Expo (STTIE) (DOK/Humas Pemprov Jateng)
JATENG - Event Solo Raya Great Sale sudah berlangsung selama satu bulan, berkat diselenggarakannya event tersebut, pihak penyelenggara mencatat bahwa transaksinya itu sudah mencapai Rp.10,6 triliun.
Ketua Panitia Solo Raya Great Sale 2025, Ferry S Indiarto, mengatakan bahwa nilai transaksi terbanyak berasal dari pendapatan pariwisata.
Baca juga: SNI Tolak Ukur Kualitas Dan Kepercayaan Konsumen
Terdapat beberapa rincian nilai transaksi dalam event ini, meliputi transaksi digital melalui QRIS mencapai 2.733.000 kali penggunaan senilai Rp3,2 triliun. Kemudian keterlibatan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pasar tradisional, dengan frekuensi 422.000 transaksi senilai Rp660 miliar.
Event ini sejalan dengan keinginan Pemprov Jateng Ahmad Luthfi, untuk terus meningkatkan perekonomian melalui sistem ekonomi aglomerasi.
Baca juga: Skandal Emas Palsu di Duri Terbongkar! Pemilik Toko Mas Samudera Diciduk Polisi
saat acara Soloraya Trade Tourism and Investment Expo (STTIE) di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Rabu (30/7/2025).
Ketua Kadin Jateng, Harry Nuryanto Soediro mengatakan, dari penyelenggaraan Solo Raya Great Sale dan pameran investasi STTIE setidaknya sudah menarik perhatian investor dari China, Jepang, dan Korea Selatan, untuk langkah-langkah negosiasi lebih lanjut.
Dengan usaha berbagai pihak untuk memajukan perekonomian provinsi Jawa Tengah diharapkan akan menciptakan kesejahteraan masyarakat pula.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Jateng