Rabu, 10 JUNI 2026 • 14:19 WIB

DLH Magelang Genjot Program Aksi Jenaka, Percepat Sekolah Adiwiyata Libatkan Multipihak

Author

Sebanyak 11 sekolah di Kabupaten Magelang menjadi pilot project program Adiwiyata (Pemkab Magelang).

JATENG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang terus menggencarkan program Aksi Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata (Aksi Jenaka) 2026 untuk mempercepat pelaksanaan sekolah Adiwiyata. Program ini mendorong perilaku peduli lingkungan, baik di sekolah maupun masyarakat.

"Tujuannya mewujudkan program optimal melalui pembangunan jejaring multipihak," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PSPKLH) DLH Magelang, Uswatun Wulandari, saat FGD di ruang Kalpataru, Senin (25/5).

Baca juga: Tambak Udang Punya Peran Ganda, Kebumen Tunjukkan Potensinya

11 sekolah menjadi pilot project Adiwiyata 2026: SMKN 1 Salam, SLB Ma'arif Muntilan, SMP Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan, SMP Pangudi Luhur Srumbung, MTsN 1 Borobudur, SDN Girikulon Secang, SDN Karanganyar Borobudur, SD Kanisius Sukorejo 2 Mertoyudan, SD Muhammadiyah 1 Muntilan, MIN 5 Borobudur, dan SMPN 2 Borobudur.

Dari 1.223 sekolah, baru 153 sekolah (12,46%) yang sudah Adiwiyata. Dari 372 desa, baru 159 desa (42,74%) yang sudah Proklim (program kampung iklim).

"Aksi Jenaka ini melibatkan semua pihak: OPD, perguruan tinggi, ormas, dunia usaha, dan pegiat lingkungan," ungkap Uswatun.

Staf DLH Magelang, Sambodo, menambahkan indikator Adiwiyata meliputi kebijakan, proses pembelajaran, kegiatan partisipatif, sarana prasarana, serta aspek lingkungan seperti kebersihan, sanitasi, hemat air, dan lubang biopori dan lain sebagainya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Magelang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU