JATENG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaporkan bahwa program Dokter Spesialis Keliling (Speling) telah menjangkau 891 desa di 398 kecamatan dan melayani 88.979 warga hingga 9 Februari 2026. Program ini pertama kali diluncurkan pada Maret 2025 sebagai inisiatif Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen untuk membawa layanan spesialis kesehatan gratis hingga ke pelosok desa.
Baca juga: Donor Darah dan CKG Dilakukan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang
Selain pemeriksaan kesehatan umum, Speling juga memberikan layanan khusus seperti:
- Pemeriksaan ibu hamil (ANC): 11.777 orang
- Deteksi kanker serviks: 4.230 orang
- Kesehatan jiwa: 24.997 orang
- Pemeriksaan TBC: 39.031 orang
- Layanan bagi penyandang disabilitas dan penyakit lainnya
Program ini terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah pusat. Sepanjang 2025, sebanyak 13,7 juta warga Jateng telah memanfaatkan CKG, dan hingga Februari 2026 tambah 1,04 juta orang yang terlayani.
Gubernur Luthfi menegaskan, "Program Speling menjadi andalan kami agar masyarakat desa benar-benar terlayani dokter spesialis. Untuk CKG, Jawa Tengah nomor 1 nasional."
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang meninjau langsung program ini di Puskesmas Pandanaran Semarang, menyatakan bahwa pada 2026 CKG tidak hanya mencakup pemeriksaan, tetapi juga pemberian obat langsung. "Penyakit seperti darah tinggi dan diabetes harus dikontrol agar tidak menyerang organ lain seperti jantung," pesannya.
Ke depan, program Speling akan terus diperluas hingga menargetkan 1.278 desa di seluruh Jawa Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA