JATENG - Anggota DPRD Kabupaten Blora, Subroto, menyoroti pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah 204 siswa SMP Negeri 1 Blora diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG pada Selasa.
Ia menilai tampilan menu cukup menarik dari segi estetika, namun terdapat masalah mendasar dalam pengelolaan dan penerimaan dana oleh penyedia makanan, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangjati 1 Blora. Beberapa persoalan kecil, seperti kepala ikan teri yang tidak dibuang, porsi telur yang kurang, hingga ketidaksesuaian porsi, ternyata berdampak pada kesehatan siswa.
Baca juga: Dinkes Jateng Pastikan Kelayakan MBG Lewat Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi
Subroto menekankan perlunya pemeriksaan menyeluruh terhadap mekanisme pembayaran program MBG, termasuk kemungkinan praktik permainan harga menu dan potensi kongkalikong antara pengelola dapur dan administrasi. Menurutnya, setiap pembayaran seharusnya diverifikasi oleh akuntan dan ahli gizi sebelum dicairkan.
DPRD Blora menegaskan pentingnya evaluasi anggaran dan pertanggungjawaban penyedia, terutama terkait keselamatan dan kesehatan siswa, serta kejelasan sanksi jika penyedia terbukti bermasalah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA