Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 19:49 WIB

Program Lisdes 2025: Pemerintah Kebut Penerangan untuk Ribuan Desa

Author

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau proyek Program Listrik Desa di Desa Bandar Jaya, Musi Banyuasin, Kamis 16 Oktober 2025 (DOK/ANTARA).

JATENG - Pemerintah melalui PT PLN (Persero) terus memperluas pemerataan akses listrik hingga pelosok negeri. Tahun 2025, sebanyak 1.285 desa ditargetkan mendapat penerangan melalui program Listrik Desa (Lisdes) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Program ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, saat meninjau progres Program Listrik Desa sekaligus penyalaan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, menegaskan bahwa listrik adalah hak setiap warga negara.

“Target Bapak Presiden Prabowo yang kami terjemahkan dalam arah kebijakan adalah pemerataan listrik di seluruh Indonesia pada 2029–2030,” ujar Bahlil.

Presiden Prabowo menargetkan lebih dari 5.700 desa dan 4.300 dusun segera bebas dari kegelapan. Pemerintah memastikan program ini berjalan cepat agar masyarakat di seluruh wilayah dapat menikmati terang yang sama serta memanfaatkan listrik untuk meningkatkan kualitas hidup.

Baca juga: GAC AION Optimistis Pasar Mobil Listrik di Jateng Makin Cerah

Bahlil mengakui, pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil tidak selalu menguntungkan secara bisnis bagi PLN. Namun, negara tetap berkewajiban hadir.

“Biayanya memang tinggi, tapi negara harus hadir. Presiden sangat konsen memberikan layanan listrik sebagai wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” tegasnya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menambahkan, PLN siap menuntaskan agenda pemerataan listrik hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Menurutnya, kehadiran listrik dapat membawa perubahan besar, mulai dari peningkatan taraf hidup, tumbuhnya ekonomi desa, hingga terciptanya lapangan kerja baru.

“Ini bukan sekadar angka, tapi kehidupan yang berubah. Anak-anak bisa belajar malam hari, usaha kecil tumbuh, dan desa jadi lebih sejahtera,” ujar Darmawan.

Baca juga: Kurangi Beban Masyarakat, Pemprov Jateng Segera Luncurkan Listrik Gratis untuk Masyarakat Miskin

Untuk mencapai target tersebut, PLN akan membangun 4.770 km jaringan tegangan menengah, 3.265 km jaringan tegangan rendah, serta gardu distribusi berkapasitas 94.040 kVA. Upaya ini diharapkan bisa menghadirkan listrik bagi lebih dari 77 ribu keluarga di seluruh Indonesia.

Di Provinsi Sumatera Selatan, ada sebelas desa yang termasuk dalam Program Lisdes Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2025. Tujuh di antaranya berada di Kabupaten Musi Banyuasin, seperti Desa Bandar Jaya, Epil Barat, Kepayang, Mangsang, Muara Merang, Pangkalan Bulian, dan Sako Suban.

Kepala Desa Bandar Jaya, Rosidin, menyampaikan rasa syukur atas realisasi program ini.

“Hampir sepuluh tahun warga menunggu. Alhamdulillah, jaringan listrik segera terealisasi. Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Menteri ESDM atas kerja kerasnya. Listrik ini sangat membantu perekonomian warga dan mendukung anak-anak belajar lebih baik,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Rohiya, warga Dusun 4 Sungai Putih, yang selama ini mengandalkan genset dengan biaya Rp25 ribu per malam.

“Kalau tak punya uang, ya gelap-gelapan. Semoga proses pemasangan listrik berjalan lancar, supaya kami bisa merasakan terang juga,” tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU