Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 08:00 WIB

Tembakau Krosok Kian Diminati Pabrikan Rokok

Author

Tembakau krosok hasil panen petani Magelang (Pemkab Magelang).

JATENG - Tembakau masih menjadi tanaman andalan banyak petani di Kabupaten Magelang, baik di dataran tinggi maupun rendah. Tahun ini, luas lahan tembakau diperkirakan mencapai sekitar 3.500 hektare, sedikit meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah petani tembakau di dataran rendah cenderung menurun. Cuaca ekstrem dan harga yang tak menentu menjadi alasan utama. “Sekarang yang masih aktif menanam tembakau kebanyakan petani di lereng Sumbing, Merapi, dan Merbabu,” ujar Widiarto Tri Saksono, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Magelang (13/10)..

Baca juga: Bupati Magelang Dorong Wisata Inklusif di Kawasan Borobudur

Untuk mengurangi risiko kerugian akibat cuaca, pemerintah mendorong petani menerapkan sistem tumpangsari dengan tanaman hortikultura seperti kubis, wortel, dan tomat.

Menariknya, dalam dua tahun terakhir, cara mengolah tembakau juga ikut berubah. Banyak petani mulai beralih dari tembakau rajangan ke tembakau krosok, yaitu daun tembakau yang dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, bukan dijemur di bawah matahari. Metode ini dianggap lebih praktis dan hemat tenaga, meski harga jualnya sedikit lebih rendah.

Beberapa petani di lereng Merapi-Merbabu, seperti di Kecamatan Ngablak dan Pakis, sudah menerapkan cara ini. “Cuaca yang lembab membuat pengeringan dengan angin jadi pilihan yang lebih aman,” jelas Sistiyana dari Dinas Pertanian dan Pangan.

Baca juga: Resmikan Kampung Jambon Gesikan, Magelang Mantapkan Gerakan Antinarkoba

Tembakau krosok kini justru makin dilirik oleh pabrikan rokok, termasuk PR HS yang berbasis di Magelang. Selain kualitasnya stabil, kemitraan dengan pabrikan juga membantu petani mendapatkan pasar tetap. Bahkan, ada petani yang dipercaya memasok hingga 40 ton per musim.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Romza Ernawan, menegaskan bahwa tren tembakau krosok membawa dampak positif. Selain menjaga keberlanjutan pertanian tembakau, juga membuka lapangan kerja bagi warga lokal dan mendukung perekonomian daerah.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Magelang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU