JATENG – Bank Jateng bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), sebuah program inovatif untuk menekan angka stunting di Batang.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Batang, Sapto Nugroho, menegaskan pihaknya ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga bagian dari solusi nyata bagi masyarakat.
“Program Genting ini sangat penting. Kami percaya lewat semangat gotong royong, kita bisa memberikan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).
Baca juga: Kelurahan Purbalingga Kulon Jadi Teladan Kampung Pancasila
Ketua TP PKK Batang, Faelasufa Faiz, menambahkan bahwa program ini tidak hanya memberi bantuan makanan, melainkan juga menghadirkan sistem pendampingan dan edukasi. Orang tua asuh diwajibkan melaporkan perkembangan anak melalui foto setiap kali makan, yang terhubung dengan dashboard Posyandu. Dengan begitu, kondisi gizi anak bisa dipantau secara ketat dan berkelanjutan.
Selain itu, orang tua asuh juga dibekali pengetahuan tentang gizi, pola asuh sehat, dan teknik memberi makan anak. Jika ada anak yang tidak menunjukkan kenaikan berat badan dalam dua bulan, tenaga medis dari Puskesmas dan PLKB siap turun tangan.
Baca juga: Kudus Siaga 112, Layanan Cepat Tanggap untuk Keamanan dan Kesehatan Warga
Program Genting ini dirancang untuk benar-benar menyentuh akar masalah stunting. Setiap desa nantinya akan memiliki minimal satu orang tua asuh yang mendampingi anak berisiko stunting selama enam bulan penuh. Target awalnya, ada sekitar 3.000 anak yang mendapat perhatian khusus melalui program ini.
Faelasufa yang juga menjadi Bunda Asuh Anak Stunting berharap langkah ini bisa menjadi contoh nyata penanganan stunting.
“Dengan gotong royong, Batang bisa jadi daerah percontohan. Dan kami bangga Bank Jateng ikut ambil bagian dalam upaya mulia ini,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA