JATENG - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi, pada saat rapat koordinasi Mitigasi dan Pengendalian Keamanan Informasi yang dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika se-Jawa Tengah, di Lor In Solo Hotel, Senin (28/7/2025).
Beliau menyampaikan tentang keadaan dan keamanan siber dalam data dan informasi provinsi. Selama setengah tahun kebelakang, setidaknya terdapat sekitar 1.853 serangan insiden siber, dan sebanyak 95,84 persen di antaranya sudah teratasi.
Untuk Menindaklanjuti hal tersebut Agung meminta untuk para pihak berkolaborasi dan bersinergi termasuk kabupaten/ kota, agar Jawa Tengah bisa tumbuh bersama.
Baca juga: Kakorlantas Polri Diganjar Penghargaan dari BEM Nusantara se-Indonesia
Pada kesempatan itu juga Agung memberitahukan bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika akan segera memiliki nama baru.
Nama baru tersebut yaitu Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital, perubahan nama tersebut sejalan dengan perubahan nomenklatur dari pemerintah pusat. Perubahan itu tidak sekadar nama, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan program, infrastruktur, ataupun SDM.
Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta, Heny Ermawati, menceritakan terkait penggunan keamanan siber Pemkot Solo yang menggunakan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), yang telah diperkuat dengan Perwal SMKI yang mengatur penerapan system ini, mulai dari SOP, penanganan insiden, hingga audit dan monitoring system, yang dilakukan secara rutin.
Sejalan dengan langkah Pemprov Jateng, Heny juga mengungkapkan agar selalu memperhatikan dan memastikan kolaborasi antar berbagai pihak dapat dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Jateng