JATENG - Dalam rangka penguatan program Rumah Tidak Layak Huni, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberangkatkan 1.900 mahasiswa KKN dari Universitas Muria Kudus (UMK). Mereka akan ditugaskan ke 132 desa pada 9 kecamatan di Kabupaten Kudus.
KKN tematik ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat terjun langsung ke daerah yang terpilih guna mendata dan memvalidasi masyarakat yang membutuhkan bantuan terutama wanita yang tergolong dalam RTLH, agar bantuan tepat sasaran.
Dengan banyaknya RLPH di Jateng yang mencapai 1.022.113 unit. Pemprov Jateng akan memberikan bantuan sekitar 17.000 unit rumah layak huni. Pemerintah provinsi Jawa Tengah bukan hanya berfokus pada pemberian bantuan rumah layak huni namun juga memuat berbagai aspek lainnya.
Baca juga: 27 Ketua dan Pengurus DWP Jateng Resmi Dikukuhkan untuk Masa Jabatan 2024-2029
Pemberangkatan mahasiswa KKN tematik ini menguatkan hubungan kerjasana antara Pemprov Jateng dengan 44 rektor perguruan tinggi di Jateng.
Darsono, Rektor Universitas Muria Kudus (UMK), mengatakan bahwa kerjasama antara Pemprov Jateng dengan UMK merupakan bentuk dukungan dari universitas untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Jawa Tengah.Tematik RTLH dipilih, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar kampus.
Baca juga: Antusias Ribuan Kades dan Lurah Warnai Peresmian KDMP di Klaten, Prabowo Resmi Luncurkan Program
“KKN Tematik di UMK setiap tahun berganti. Tahun ini KKN Tematik RTLH sesuai kebutuhan masyarakat. Harapannya program RTLH bisa sampai sasaran dan memberikan efek kesejahteraan masyarakat,” ujar Rektor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Jateng