Tumpukan sampah meningkat di TPA Sanggrahan, Kabupaten Temanggung (Dok. Antara).
JATENG - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung mencatat bahwa komposisi sampah di daerah ini masih didominasi oleh limbah organik, seperti sisa makanan, ranting, dan daun.
Baca juga: Pemprov Jateng Pastikan Stok BBM Aman Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Kepala DPRKPLH Temanggung, Dwi Sukarmei, mengatakan sekitar 47 persen sampah berasal dari bahan organik. Meskipun mudah terurai, tingginya volume tetap menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan.
"Plastik menjadi penyumbang terbesar kedua, sekitar 20 persen. Ini yang paling berbahaya karena tidak mudah terurai dan bisa mencemari lingkungan dalam jangka panjang," ujarnya di Temanggung, Senin (16/3).
Komposisi sampah lainnya terdiri dari:
Menurut Dwi, sebagian besar sampah sebenarnya masih bisa dimanfaatkan. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan kertas dan kardus dapat didaur ulang melalui bank sampah.
Ia mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari rumah dan memanfaatkan TPS3R agar volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan.
Pada 2025, volume sampah yang masuk ke TPA Sanggrahan mencapai 120 ton per hari, dan berpotensi meningkat menjelang Idul Fitri dan akhir tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA