JATENG - Pemerintah Kabupaten Rembang memastikan seluruh makanan dan minuman yang dijual di Kampung Ramadhan 2026 aman dikonsumsi. Pengawasan dilakukan secara berkala melalui uji sampel terhadap jajanan dan takjil dari berbagai stan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Rembang, M. Mahfudz, mengatakan pengujian dilakukan sebagai langkah preventif agar produk yang beredar bebas dari bahan berbahaya. Sampel seperti usus ayam, bubur, sop, tahu, dan minuman langsung diuji di lokasi.
Baca juga: Bupati Rembang Siapkan Dana Rp.10 Miliar Untuk Perbaikan Jalan Akibat Curah Hujan yang Tinggi
"Alhamdulillah, hasilnya memenuhi syarat kesehatan. Semua negatif, tidak ditemukan bahan berbahaya atau pengawet terlarang," ujarnya, Minggu (22/2).
Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah akan menelusuri bahan baku dan memberikan pembinaan kepada pedagang. Kampung Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi pusat kuliner, tapi juga contoh penerapan standar keamanan pangan yang baik.
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro, mendorong pelaku UMKM aktif promosi di media sosial agar jangkauan pasar makin luas. "Dukungan dari BUMN dan BUMD juga terus digulirkan tanpa harus bergantung APBD," katanya.
Kampung Ramadhan 2026 berlangsung 18 Februari–14 Maret di sejumlah lokasi, antara lain Jalan Gatot Subroto, Alun-alun Lasem, Pasar Kragan, Pamotan, dan Kecamatan Sumber. Sebanyak 250 pelaku UMKM terlibat, dengan 40 gerai di pusat kota menampung 80 usaha mikro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA