Penanaman pohon mangrove (Dok/Pemkot Pekakongan)
JATENG - Pekalongan yang merupakan sebuah Kota Pesisir, tak lepas dari wisata alamnya yang baik berupa pegunungan ataupun keindahan laut.
Di tengah cuaca ekstrem yang masih terjadi hingga Februari ini, menjadi ancaman bagi Pemkot Pekalongan, berbagai upaya dilakukan untuk mencegah kerusakan ataupun kejadian seperti longsor, dan banjir rob.
Untuk kawasan pesisir Kota Pekalongan, Pemkot Pekalongan telah mengatur kerjasama dengan dinas Pariwisata Kota Pekalongan untuk membentuk solidaritas dalam menjaga kestabilan air laut agar tidak terjadi banjir rob.
Baca juga: Satgas TMMD Kejar Target Penyelesaian Infrastruktur Desa Cikuya Tepat Waktu
Angin kencang dapat terhalang jika di sekitar pantai ditanami pohon mangrove, kawasan mangrove Park Kota Pekalongan menjadi sasaran dalam penanaman pohon mangrove yang dapat mencegah kenaikan air laut.
Dinas Pariwisata Kota Pekalongan selain melakukan upaya bersama Pemkot Pekalongan untuk menanam mangrove, juga telah memperbaiki berbagai fasilitas dan sarana prasarana yang ada di tempat wisata tersebut yang telah rusak akibat cuaca ekstrem akhir-akhir ini.
Dari Pemkot Pekalongan sendiri telah membuat sebuah tanggul yang dapat mencegah air banjir meluap kawasan wisata Mangrove ini, cara tersebut cukup efektif dalam menjaga aksesibilitas menuju destinasi wisata pesisir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Pekalongan