JATENG - Dalam upaya memenuhi tingginya kebutuhan tenaga medis khusus di berbagai daerah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus mendorong peningkatan jumlah dokter spesialis di tanah air.
Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri penandatanganan kerja sama antara RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dan RSUD Dr. Moewardi Solo dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Kamis (29/1) di Solo.
Salah satu strategi utama adalah mengoptimalkan peran Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) di Jawa Tengah. RSPPU berfungsi sebagai pusat pendidikan klinis untuk menghasilkan dokter dan dokter spesialis yang berkualitas, dengan fokus pada pelayanan yang bermutu dan keselamatan pasien.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Rektor Undip yang telah menandatangani perjanjian ini untuk membuka program pendidikan dokter spesialis Bedah Anak dan Mikrobiologi Klinik di dua rumah sakit tersebut,” ujar Menkes Budi.
Baca juga: Waspada Diabetes! Peringkat Teratas Hasil Skrining Kesehatan Peserta BPJS di Semarang
Program ini bertujuan untuk memperbanyak produksi dokter spesialis baru, yang kemudian akan didistribusikan ke berbagai rumah sakit di Jawa Tengah yang masih kekurangan tenaga spesialis.
“Tujuannya agar kita bisa menghasilkan lebih banyak lagi dokter spesialis, khususnya untuk ditempatkan di rumah sakit-rumah sakit yang belum memilikinya,” jelasnya.
Pendanaan untuk program pendidikan dokter spesialis ini merupakan kolaborasi antara Kemenkes, Kemendikbudristek (melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi), dan rumah sakit pendidikan yang terlibat.
Di kesempatan yang sama, Menkes memaparkan bahwa Kemenkes telah membuat perencanaan kebutuhan dokter spesialis hingga tahun 2032. Hasilnya, diperkirakan masih ada kekurangan sekitar 70.000 dokter spesialis.
Beliau membandingkan, untuk populasi 280 juta jiwa, Indonesia idealnya perlu menghasilkan antara 16.000 hingga 49.000 dokter spesialis baru setiap tahun agar setara dengan standar negara maju.
“Karena itulah kami terus berpikir bagaimana cara mempercepat produksi ini. Setiap tahun ada setengah juta orang yang meninggal. Sangat disayangkan jika tidak semua bisa tertolong. Indonesia sudah 80 tahun merdeka, masalah ini harus segera kita selesaikan,” tuturnya.
Program melalui RSPPU ini merupakan salah satu langkah konkret untuk percepatan tersebut.
“Selama ini penambahan dokter spesialis kita sekitar 2.700 per tahun. Ke depannya, kami menargetkan bisa mencapai 20.000 dokter spesialis per tahun, atau hampir sepuluh kali lipat dari angka saat ini,” pungkas Menkes Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA