Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (DOK/ANTARA).
JATENG - Ketua Dewan Pembina Relawan Lentera Kasih (Relasi) Prabowo–Gibran, Sahat Martin Philip Sinurat, memberikan penjelasan terkait status Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Dalam keterangan di Solo, Kamis (27/11), ia menegaskan bahwa informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo meresmikan bandara khusus IMIP pada tahun 2019 adalah keliru.
Sahat menjelaskan bahwa bandara yang diresmikan Jokowi saat itu adalah Bandara Umum Morowali atau Bandara Maleo, yang lokasinya berbeda dengan kawasan IMIP dan berfungsi untuk penerbangan komersial. Bandara Maleo sendiri diresmikan pada 23 Desember 2018 bersama tiga bandara lainnya di Sulawesi.
Baca juga: Jokowi Dukung Penuh RUU Perampasan Aset, Dorong Pemberantasan Korupsi
Ia menegaskan bahwa klaim Jokowi meresmikan bandara khusus IMIP merupakan bentuk disinformasi. Termasuk tudingan adanya aktivitas ilegal di Bandara IMIP sejak era Jokowi, menurutnya hal itu tidak berdasar. Bandara IMIP sejak awal merupakan bandara khusus yang legal dan beroperasi sesuai aturan Undang-Undang Penerbangan.
Sahat berharap informasi-informasi keliru tersebut tidak menimbulkan kesan bahwa ada pertentangan antara kebijakan Jokowi dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini.
Dari hasil penelusuran pihaknya, izin internasional Bandara IMIP diketahui baru terbit pada Agustus 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA