Rapat Koordinasi Kementerian Pertanian RI dan Gubernur Jateng (DOK/Humas Pemprov Jateng)
JATENG - Provinsi Jawa Tengah sejauh ini menjadi salah satu provinsi yang menyediakan sumber daya pangan terbesar di Indonesia, banyak produk-produk baik mentah maupun jadi dari Jawa Tengah yang diekspor ke provinsi lain di Indonesia.
Program Presiden RI saat ini yang paling mencolok yaitu terkait Swasembada pangan dan hilirisasi, dari situlah Pertanian (Kementan) RI, akhirnya memberikan dana kepada provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan hilirisasi.
Baca juga: Gebyar PAUD 2025 Hadirkan Edukasi Kreatif untuk Anak PAUD di Pekalongan
Abdul Roni, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan RI, menjelaskan bahwa dapatkan dana sebesarRp135 miliar, untuk hilirisasi.
Adapun fokus peningkatan hilirisasi di Jawa Tengah yaitu pada perkebunan yang diantaranya yaitu kebun tebu, kopi, dan kelapa.
Baca juga: Gerakan Pangan Murah Sasar 14 Kecamatan di Kabupaten Demak
Ia menjelaskan, bahwa program itu akan dimulai pada September dan harus selesai pada awal Desember 2025. Artinya, provinsi dan kabupaten/ kota di Jawa Tengah harus bisa menuntaskan kawasan perkebunan unggulan, dalam waktu kurang lebih dua bulan.
Menanggapi hal tersebut gubernur Ahmad Luthfi sangat menyambut baik komoditas tebu menjadi salah satu prioritas, karena selama ini kebutuhan gula konsumsi dan industri atau rafinasi nasional masih kurang. Secara nasional, kebutuhan gula konsumsi masih kurang sekitar 500 ribu ton, sedangkan gula industri masih kurang sekitar 4-5 juta ton. Guna mencukupi kebutuhan gula konsumsi itu, dibutuhkan penambahan luas perkebunan tebu sekitar 100 ribu hektare.
Terang Ahmad Luthfi pada Rabu (10/9/2025), tepatnya ketika ditemui dikantornya oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Jateng