Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (DOK/Humas Pemprov Jateng)
JATENG - Di tengah perekonomian yang saat ini cukup sulit, apalagi menjelang lebaran menyebabkan harga-harga kebutuhan pokok dan kebutuhan lain pun ikut naik harga.
Maka tak heran dengan tradisi pinjam meminjam uang saat mendekati masa-masa ini.
Debt collector, mungkin menjadi pilihan bagi beberapa orang yang tidak ingin merasa ribet dengan peminjaman uang di bank.
Namun seringkali debt colector menemukan bahwa tindakan yang dilakukannya ketika menagih hutang merupakan tindakan premanisme.
Sebenarnya tindakan tersebut masyarakat tidak tertib atau dalam artian masyarakat melewati tanggal jatuh tempo yang telah disepakati.
Umumnya peminjam uang akan mengulur-ulur waktu yang memicu kemarahan debt colector, sehingga tindakam premanisme bisa muncul.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, meminta kepada masyarakat untuk selalu terti b dalam menjalankan kewajibannya terutama tepat waktu dalam membayar hutang.
Baca juga: Subsidi Cabai Rawit Merah diberikan Guna Stabilkam Harga Pasar
Luthfj yakin,. Dengan adanya hal tersebut pihak debt colector juga akan lebih tertib dalam menagih hutang.
Dengan keadaan yang tertib Nantinya juga dapat menciptakan Jawa Tengah yang aman dari tindakan premanisme.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Jateng