Sabtu, 06 JUNI 2026 • 10:14 WIB

Pemkot Semarang Tekankan Kerja Sama Antar Daerah untuk Atasi Banjir dan Rob

Author

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin menghadiri Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Pendopo Kabupaten Grobogan (DOK/ANTARA).

JATENG - Pemerintah Kota Semarang menekankan pentingnya kerja sama antar daerah dalam penanganan banjir dan rob di wilayah pesisir. Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyoroti Sungai Babon yang hulunya berada di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal.

"Sungai Babon sangat ganas karena sudut kemiringannya besar. Hujan deras di hulu menyebabkan banjir parah di hilir, seperti di Genuk dan Muktiharjo," ujarnya di Rembug Pembangunan Jateng 2026 di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (29/5).

Baca juga: Polres Temanggung Bongkar Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Tersangka Raup Puluhan Juta

Iswar menyebut anggaran fiskal Semarang tidak akan cukup jika hanya digunakan untuk menangani persoalan klasik ini secara sepihak. Penurunan muka tanah di Pantura mencapai 10-12 cm per tahun.

"Kami berkomitmen menjadi resilient city, tetapi beban yang kami hadapi sangat besar karena dipengaruhi kondisi hulu," katanya.

Tahun ini terjadi anomali cuaca. Biasanya banjir di Muktiharjo hanya 1-2 kali setahun, tetapi tahun ini sudah lima kali terjadi banjir.

Menanggapi usulan Bupati Demak, Pemkot Semarang sepakat menggalakkan reboisasi dan penanaman pohon di wilayah hulu untuk menahan laju air. Langkah ini selaras dengan visi menjadikan Kedungsepur pusat sustainable tourism.

"Kami berharap forum ini melahirkan pemikiran jangka panjang agar kita bersama-sama mengelola dan menjaga lingkungan," pungkas Iswar.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU