JATENG - Ratusan warga Desa Gunung Gempol, Kecamatan Jumo, Temanggung, menggelar tradisi nublek kopi atau wiwit kopi sebagai penanda dimulainya musim panen kopi 2026.
Warga membawa nasi tumpeng megono, jajanan pasar, hingga buah-buahan. Anak-anak desa menampilkan tarian tradisional, suasana guyub dan kebersamaan terasa kental.
Baca juga: Sekolah Rakyat Temanggung Prioritaskan Anak Putus Sekolah dari Keluarga Miskin Ekstrem
Sesepuh desa, Saryono (76), mengatakan tradisi ini telah berlangsung puluhan tahun sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas kesuburan tanah, sumber air yang melimpah, dan hasil pertanian baik.
"Selain doa agar panen kopi lancar dan melimpah, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga serta menjaga warisan budaya leluhur," ujarnya, Rabu (20/5).
"Kalau tradisi seperti ini tidak dijaga, generasi muda nanti bisa melupakan budaya desa sendiri. Karena itu kami terus melibatkan anak-anak dan pemuda," imbuhnya.
Acara dilanjutkan doa bersama, lalu warga menyantap makanan di atas daun pisang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA