JATENG - Perum Bulog memastikan stok beras di Jawa Tengah aman untuk memenuhi bantuan pangan dan penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga akhir tahun 2026.
Pemimpin Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, mengatakan sekitar 80 persen dari stok 372.362 ton setara beras sudah dalam bentuk beras, sisanya masih dalam proses pengolahan.
Baca juga: Pemkab Purworejo Gelar Sosialisasi Sistem Pengaduan Masyarakat, Wujudkan Pelayanan Responsif
"Target serapan gabah beras setahun 374 ribu ton. Hingga 1 Mei 2026, sudah terealisasi 200 ribu ton (sekitar 52 persen)," ujarnya di Brebes, Sabtu (2/5).
Karena kapasitas gudang induk tidak mencukupi, Bulog menjalin kerja sama dengan pihak swasta dan BUMN untuk menyediakan gudang mitra.
"Penyaluran bantuan pangan sudah berjalan 30 persen dan ditargetkan selesai akhir Mei 2026," katanya.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Hekal, usai melihat langsung fasilitas gudang Bulog, menyatakan stok cukup dan gudang penuh. Masyarakat tidak perlu khawatir kelangkaan.
"Kalaupun konflik luar negeri berlanjut, distribusi tetap lancar, harga terjangkau, dan pemerintah siap melayani kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA