Kamis, 02 APRIL 2026 • 08:00 WIB

254 Warga Pekalongan Masih Bertahan di Pengungsian Pasca Jebolnya Tanggul Sungai Bremi

Author

BPBD Kota Pekalongan mengevakuasi warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi (DOK/ANTARA).

JATENG - Pemerintah Kota Pekalongan melaporkan 254 warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi di wilayah Pabean masih bertahan di lokasi pengungsian, Senin (30/3). Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengatakan penanganan tanggul sudah menunjukkan perkembangan positif dan kini dalam tahap perapian.

Baca juga: BPBD Temanggung Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Potensi Kemarau Panjang Mulai April

"Warga masih bertahan sambil menunggu genangan air benar-benar surut," ujarnya.

Sebaran pengungsi:

  • Eks aula Kelurahan Kraton Kidul: 116 jiwa
  • Aula Kelurahan Pasirkratonkramat: 79 jiwa
  • TPQ Madinatul Ulum: 50 jiwa
  • Aula Kecamatan Pekalongan Barat: 9 jiwa

Tanggul sisi timur Sungai Bremi jebol pada Kamis (26/3) dengan panjang kerusakan sekitar 15 meter. Air meluap meski cuaca sedang cerah. Warga mulai mengungsi sejak Jumat (27/3) saat debit air meningkat dan menggenangi pemukiman Pasirsari.

BPBD bersama TNI, Polri, OPD terkait, dan relawan telah melakukan:

  • Evakuasi dan asesmen dampak
  • Koordinasi lintas sektor
  • Pendirian posko kebencanaan
  • Pemenuhan logistik dan layanan kesehatan

"Tanggul sudah diperbaiki, tinggal dirapikan. Kami juga menggunakan pompa air untuk menyurutkan genangan di Pasirsari," pungkas Budi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU