JATENG - Pemerintah Kota Pekalongan melaporkan 254 warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi di wilayah Pabean masih bertahan di lokasi pengungsian, Senin (30/3). Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengatakan penanganan tanggul sudah menunjukkan perkembangan positif dan kini dalam tahap perapian.
Baca juga: BPBD Temanggung Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Potensi Kemarau Panjang Mulai April
"Warga masih bertahan sambil menunggu genangan air benar-benar surut," ujarnya.
Sebaran pengungsi:
- Eks aula Kelurahan Kraton Kidul: 116 jiwa
- Aula Kelurahan Pasirkratonkramat: 79 jiwa
- TPQ Madinatul Ulum: 50 jiwa
- Aula Kecamatan Pekalongan Barat: 9 jiwa
Tanggul sisi timur Sungai Bremi jebol pada Kamis (26/3) dengan panjang kerusakan sekitar 15 meter. Air meluap meski cuaca sedang cerah. Warga mulai mengungsi sejak Jumat (27/3) saat debit air meningkat dan menggenangi pemukiman Pasirsari.
BPBD bersama TNI, Polri, OPD terkait, dan relawan telah melakukan:
- Evakuasi dan asesmen dampak
- Koordinasi lintas sektor
- Pendirian posko kebencanaan
- Pemenuhan logistik dan layanan kesehatan
"Tanggul sudah diperbaiki, tinggal dirapikan. Kami juga menggunakan pompa air untuk menyurutkan genangan di Pasirsari," pungkas Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA