JATENG - Ribuan wisatawan memadati Alun-Alun Wonosobo untuk menyaksikan Festival Mudik Balon Udara. Sedikitnya 44 balon udara raksasa berwarna-warni dengan berbagai motif kartun, wayang, hingga kesenian yang menghiasi langit kota.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan bahwa tradisi balon udara kini berkembang menjadi penggerak pariwisata dan ekonomi daerah. Tahun ini, festival digelar di 23 titik, meningkat dari tahun sebelumnya.
Baca juga: Tingkatkan Perekonomian, Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Perlu di Revitalisasi
"Semua meriah, masyarakat terhibur dan ekonomi ikut tumbuh," ujarnya, Minggu (29/3).
Wisatawan dari luar kota sudah memadati lokasi sejak dini hari demi tempat terbaik. Perputaran ekonomi selama festival diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Agar tidak lepas liar, puluhan balon ditambat dengan tali pada ketinggian maksimal 150 meter.
Peringatan Keselamatan Penerbangan
Direktur Utama AirNav Indonesia Avirianto Suratno mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan penerbangan. Balon yang lepas bebas berbahaya jika masuk jalur atau mesin pesawat.
"Kami dukung pelestarian tradisi, tapi keselamatan penerbangan tidak boleh diabaikan. Balon lepas masih ditemukan di Wonosobo, Kebumen, dan Pekalongan," katanya.
AirNav akan terus melakukan sosialisasi agar tradisi berjalan aman dan tertib.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA