JATENG - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Semarang menunjukkan hasil yang menggembirakan sepanjang tahun 2025. Sebanyak 740.000 warga atau 42% dari total penduduk telah memperoleh akses skrining kesehatan gratis, melebihi target nasional sebesar 30%.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Abdul Hakam, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan fondasi untuk target lebih besar di tahun 2026. “Pada 2026, target kami adalah 80% warga, atau sekitar 1,5 juta orang,” ujarnya di Semarang, Jumat (9/1).
Baca juga: Muatan Besi Truk Jatuh, Kecelakaan Beruntun di Tol Batang-Semarang Tewaskan 1 Orang
Meski beberapa kategori seperti lansia, bayi, calon pengantin, dan ibu hamil masih di bawah target, capaian pada kategori anak sekolah dan penduduk dewasa dinilai sangat positif. “Ini masih jadi PR kami. Kami sudah mulai menyiapkan strategi agar target 80% bisa tercapai,” jelas Hakam.
Salah satu strateginya adalah mengajak warga yang sudah ikut CKG di 2025 untuk kembali memeriksakan kesehatan di 2026. “Skrining kesehatan perlu dilakukan rutin setiap tahun,” tegasnya.
Dr. Hakam juga menyoroti temuan kesehatan utama dalam program CKG 2025, yaitu obesitas yang mencapai hampir 30% pada anak dan dewasa. “Jika tidak diintervensi, obesitas berpotensi berkembang menjadi diabetes, stroke, atau gagal ginjal dalam 5–10 tahun ke depan,” ungkapnya.
Melalui CKG, Pemkot Semarang berharap dapat mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin dan meningkatkan kualitas hidup warganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA