JATENG - Kabar bahagia datang untuk para pengemudi becak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sebanyak 100 orang di antaranya kini resmi menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya yang sudah lanjut usia namun masih bertahan di sektor informal.
"Bantuan ini adalah amanah langsung dari Presiden, yang melihat sendiri kesulitan para pengemudi becak, terutama yang usianya sudah tidak muda lagi," jelas Direktur Perencanaan Pengembangan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Firman Dahlan, di Blora.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari komitmen untuk meringankan beban fisik para pengemudi yang selama ini masih mengandalkan tenaga kayuh manual. "Ini adalah wujud perhatian terhadap rakyat kecil, sekaligus dukungan terhadap energi ramah lingkungan," tambah Firman.
Baca juga: Pengayuh becak lansia di Brebes senang menerima bantuan becak listrik
Bantuan ini telah lama diperjuangkan untuk Blora dan baru terealisasi tahun ini. Yayasan GSN berharap ke depannya bantuan serupa bisa ditambah dan diperluas ke daerah lain di Jawa Tengah. Mereka juga mengingatkan penerima untuk merawat becak dengan baik dan tidak memperjualbelikannya.
"Harapannya, bantuan ini benar-benar meningkatkan kesejahteraan dan meringankan pekerjaan mereka," tegasnya.
Hingga saat ini, tercatat sudah 7.000 unit becak listrik yang didistribusikan ke masyarakat dengan anggaran sekitar Rp22 juta per unit.
Pemerintah Kabupaten Blora pun turut mengawal program ini. Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyatakan seluruh penerima telah melalui proses seleksi yang ketat. "Ini hasil kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk meringankan beban para pengayuh becak," ujarnya.
Dia berharap, dengan becak listrik, para pengemudi bisa bekerja lebih efisiensi, tidak cepat lelah, dan akhirnya pendapatan mereka bisa meningkat.
Salah satu penerima bantuan, Cipto (73), warga Cepu, mengaku sangat terbantu. Sudah jadi tukang becak sejak 1982, ia kini masih setia mangkal di sekitar Pasar Induk Cepu. Dengan becak listrik, Cipto bisa tetap mencari nafkah tanpa harus menguras tenaga berlebihan.
"Sekarang bisa tetap kerja tanpa capek berlebih. Saya bisa tetap mandiri di usia tua," ujar Cipto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA