JATENG - Para pengayuh becak lanjut usia di Banjarnegara, Jawa Tengah, merasakan manfaat besar dari bantuan becak listrik yang disalurkan melalui program Presiden Prabowo Subianto dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Dalam penyerahan bantuan di Pendopo Dipayudha Adigraha, Tumowiyarji, warga Kalikidang berusia enam puluh tujuh tahun, mengaku sangat terbantu karena becak listrik lebih ringan dikendarai dibanding becak kayuh yang cepat membuatnya lelah. Ia berharap pendapatannya meningkat, mengingat selama ini masih bergantung pada jumlah penumpang.
Rohmat, pengayuh becak lainnya, juga merasakan perbedaan besar antara becak kayuh dan becak listrik. Di usianya yang sudah tidak kuat menempuh jarak jauh, ia mengaku becak listrik membuat pekerjaannya jauh lebih mudah dan berharap penghasilannya ikut bertambah.
Baca juga: 100 Pengayuh Becak di Demak Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo
Hal senada disampaikan Sahirin yang menilai becak listrik meringankan beban para pengayuh. Ia menyambut baik rencana pemerintah daerah untuk menyediakan stasiun pengisian daya di area pasar agar memudahkan pengemudi mengisi baterai.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, yang sempat menjajal becak listrik, menilai moda ini lebih nyaman dan efisien. Menurutnya, bantuan diprioritaskan bagi pengayuh becak berusia di atas enam puluh tahun. Saat ini terdapat sekitar delapan ratus becak di Banjarnegara dan proses verifikasi penerima masih berlangsung. Ia juga mengingatkan agar para pengemudi tetap mematuhi aturan lalu lintas.
Ketua GSN, Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari kepedulian Presiden Prabowo setelah melihat banyak lansia yang masih mengayuh becak kayuh. Kabupaten Banjarnegara mendapatkan seratus unit becak listrik dan jumlahnya akan ditambah bertahap. Secara nasional, target penyaluran mencapai sepuluh ribu unit pada tahun ini dan meningkat menjadi tiga puluh ribu unit tahun depan, dengan harapan seluruh pengayuh becak di Indonesia dapat beralih ke becak listrik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA