Senin, 06 OKTOBER 2025 • 08:00 WIB

Ayah di Indonesia Didorong Lebih Aktif dalam Pengasuhan Anak

Author

Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Kementerian Agama, Nyoman Suryadarma, memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Temanggung, (DOK/ANTARA)

JATENG - Kehadiran ayah dalam pengasuhan anak dan pendampingan remaja di Indonesia dinilai sangat penting. Direktur Bina Ketahanan Remaja Kemenduk dan Pembangunan Keluarga, Edi Setyawan, menekankan bahwa ketidakhadiran ayah bisa berdampak besar pada perkembangan anak.

“Anak-anak yang kurang didampingi ayah cenderung kurang percaya diri, kurang mandiri, sulit bertanggung jawab, bahkan berpotensi mengalami masalah kesehatan mental seperti agresivitas atau pikiran bunuh diri,” ujar Edi saat kegiatan Bimbingan Teknis Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Temanggung, Sabtu (27/9).

Baca juga: Program RTLH: Gubernur Jateng Wujudkan Hunian Layak untuk 150 Warga Kurang Mampu

Edi menjelaskan, pengasuhan yang ideal adalah kolaboratif, melibatkan ayah maupun ibu. Namun, pola patriarki yang membatasi peran ayah hanya pada pencari nafkah masih banyak terjadi. Kondisi ini sering disebut sebagai fenomena fatherless.

“Di Temanggung sendiri isu fatherless ini nyata. Bahkan tokoh agama pun kadang belum menyadari pentingnya pembagian peran ini. Oleh karena itu, kami melibatkan tokoh agama agar mereka memahami pentingnya keterlibatan ayah dan kemudian menyebarkan kesadaran ini kepada umat,” tambah Edi.

Baca juga: Kreasi Ikan untuk Anak Sehat: Demak Gelar Lomba Masak Cegah Stunting

Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Kementerian Agama, Nyoman Suryadarma, menambahkan bahwa gerakan GATI diharapkan dapat menjadi langkah awal membangun keluarga bahagia. Salah satu indikator kebahagiaan keluarga adalah kehadiran kedua orang tua secara utuh.

“Kami berharap materi GATI bisa menjadi referensi dalam pembinaan keluarga dan perkawinan bagi umat yang akan menikah. Dengan sosialisasi yang tepat, pesan tentang pentingnya kehadiran ayah dapat sampai ke seluruh masyarakat,” ujar Nyoman.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU