JATENG - Dalam dua hari terakhir, Kota Semarang diguncang oleh tiga bencana alam, yaitu tanah ambles, tanah longsor, dan angin puting beliung. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menjelaskan bahwa hujan lebat yang terus turun sejak awal September meningkatkan risiko bencana. Pemkot pun bergerak cepat untuk menanggulangi dampak di lapangan.
Baca juga: Jokowi Dukung Penuh RUU Perampasan Aset, Dorong Pemberantasan Korupsi
Peristiwa pertama terjadi pada Senin (15/9), ketika angin puting beliung melanda Jalan Sedompyong 5, Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, merusak atap tiga rumah warga. Hari berikutnya, Selasa (16/9), tanah ambles muncul di Jalan Ringen Telu, Kelurahan Kalipancur, sementara tanah longsor menimpa tiga rumah di Jalan Sri Rejeki Timur, Kelurahan Gisikdrono.
BPBD Kota Semarang bersama pihak terkait segera mendatangi lokasi untuk pendataan dan penanganan. Pemerintah setempat juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan banjir, longsor, atau pohon tumbang.
Baca juga: Mulai Oktober 2025, Pelajar di Magelang Bisa Nikmati Angkutan Sekolah Gratis!
Wali Kota Agustina mengapresiasi seluruh jajaran, termasuk BPBD, Babinsa, RT/RW, kelurahan, dan masyarakat yang cepat melaporkan kejadian. Ia memastikan bantuan akan diberikan kepada warga terdampak dan meminta koordinasi terus dijaga.
Untuk pelaporan darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD di (024) 6730212 atau WhatsApp di 08122010051.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA